Showing posts with label Network. Show all posts
Showing posts with label Network. Show all posts

Monday, February 25, 2013

Komponen Untuk Membangun Wireless

Pada postingan kali ini saya akan menshare tentang komponen-komponen yang di gunakan untuk membuat wireless....
apa aja tu??

1. Access Point (AP) 
Pada WLAN, alat untuk mentransmisikan data disebut dengan Access Point dan terhubung dengan jaringan LAN melalui kabel. Fungsi dari AP adalah mengirim dan menerima data, sebagai buffer data antara WLAN dengan Wired LAN, mengkonversi sinyal frekuensi radio (RF) menjadi sinyal digital yang akan disalukan melalui kabel atau disalurkan keperangkat WLAN yang lain dengan dikonversi ulang menjadi sinyal frekuensi radio.

Sunday, February 24, 2013

Kelebihan dan Kekurangan Wireless

Pada postingan kali ini saya akan menshare tantang kelebihan dan kelemahan dari WLAN...

Apa saja kelebihan dan kelemahan dari WLAN??
bisa sobat lihat saja di bawah ini :

Kelebihan dari WLAN : 

• Mobilitas dan Produktivitas Tinggi
 WLAN memungkinkan client untuk mengakses informasi secara realtime sepanjang masih dalam jangkauan WLAN, sehingga meningkatkan kualitas layanan dan produktivitas. Pengguna bisa melakukan kerja dimanapun ia berada asal dilokasi tsb masuk dalam coverage area WLAN.

Tipe-Tipe Dari Hotspot

Pada postingan kali ini saya akan menshare tentang tipe-tipe dari hotspot.
apa saja tipe" dari hotspot?
bisa di lihaat di bawah ini sobat irvint :

Ada beberapa jenis Hotspot Area yang biasa digunakan, yaitu:

Saturday, February 23, 2013

Pengertian Wireless, Wifi, dan Hotspot

Pada postingan kali ini saya akan menshare tentang pengertian dari wireless, Wifi, dan Hotspot..
Mungkin sobat mengira wifi, wireless dan hotspot tersebut mempunyai pengertian yang sama, namun ternyata salah jika sama, yang bener adalah berbeda...

seperti apa bedanya? bisa sobat lihat sendiri di bawah ini :

Tuesday, February 12, 2013

Membuat DHCP Dengan Banyak Domain di Paket Tracer

Pada postingan kali ini saya akan menshare tentang cara membuat dhcp dengan banyak domain pada paket tracer..

gimana caranya??
oke langsung aja kita mulai...

Cara Penyambungan Kabel UTP Berdasarkan type pengkabelan

Pada postingan kali ini saya akan menshare tentang cara melakukan penyambungan kabel UTP dengan masing-masing type pengkabelan..

Pada jaringan computer terdapat 2 (dua) tipe pengkabelan yang di gunakan untuk penyambungan untuk membuat sebuah jaringan, yaitu Straight dan Cross. Kabel yang di bahas untuk ini adalah kabel UTP(unshield twisted pair). Kebel UTP mempunyai 8 kabel di dalamnya namun hanya 4 kabel saja yang di gunakan di dalam pengkoneksian LAN.

Cara Melakukan Pengecekan Jaringan

Pada postingan kali ini saya akan menshare tentang cara pengecekan apakah sebuah komputer sudah  tersambung ke jaringan dengan baik apa belum...

Bagai,mana caranya??

Untuk melakukan pengecekan jaringan yang sudah tersambung yang pertama di lakukan adalah :

Wednesday, February 6, 2013

Setting DNS Server pada ClearOS

Pada postingan kali ini saya akan menshare tentang cara setting DNS server pada ClearOS


Gimana caranya??

Monday, November 19, 2012

Kelebihan dan Kelemahan Topologi Jaringan

Pada Postingan kali ini saya akan sedikit membahas tentang kelebihan dan kekurangan dari topologi yang terdapat pada jaringan. semua topologi pada jaringan memang mempunyai kelebihan dan kelemahan. untuk lebih jelasnya tentang kelebihan dan kelemahan pada jaringan komputer kita baca aja ulasan tentang kelebihan dan kelemahan topologi jaringan :

A. STAR

Kelebihan topologi STAR
1.Proses pemasangan & penyambungan
2.Tingkat keamanan termasuk tinggi
3.Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk
4.Penambahan & pengurangan station lebih mudah
5.Sembarang kerusakan dapat lebih mudah diperbaiki
6.Proses pertambahan & pengurangan peranti tambahan tidak mengganggu sistem rangkaian


Kelemahan topologi STAR
1.Memerlukan kabel yang lebih panjang dari topologi bus linier
2.Biaya yang lebih tinggi dari topologi bus
3.Jika node mengalami kerusakan, seluruh sistem rangkaian akan terganggu

B. MESH

Kelebihan topologi MESH
1.Jika ingin mengirimkan data ke komputer tujuan, tidak membutuhkan komputer lain (langsung sampai ke tujuan)
2.Memiliki sifat robust, yaitu : jika komputer A mengalami gangguan koneksi dengan komputer B, maka koneksi komputer A dengan komputer lain tetap baik
3.Lebih aman
4.Memudahkan proses identifikasi kesalahan


Kelemahan topologi MESH
1.Membutuhkan banyak kabel
2.Instalasi & konfigurasi sulit
3.Perlunya space yang memungkinkan

C. RING

Kelebihan topologi RING
1.Dapat menghindari tabrakan file data yang dikirim
2.Biaya untuk membangun topologi ini lebih murah
3.Mudah untuk membangunnya
4.Semua komputer yang terkoneksi statusnya sama


Kekurangan Topologi RING
1.Jika ada kabel yang putus semua komputer tidak dapat digunakan.
2.Sulit untuk mengembangkan kearah yang lebih luas.

D. BUS

Kelebihan Topologi BUS
1.Menggunakan kabel tunggal
2.Tidak memerlukan peranti tambahan
3.Lebih hemat


Kelemahan Topologi BUS
1.Keseluruhan rangkaian tidak dapat berfungsi jika ada masalah dengan kabel utama
2.Pembuatannya rumit

Karakteristik Jenis Jenis Topologi jaringan

Pada postingan kali ini, saya akan sedikit mengulas tentang topologi dalam jaringan atau network. Pada jaringan terdapat beberapa jenis topologi, di antaranya adalah : Bus, Ring, Star, dan Mesh. dari berbagai topologi jaringan memiliki karakteristik sendiri-sendiri dan berbeda-beda pula. untuk lebih jelasnya lagi bisa di baca di bawah ini :

1. Topologi Bus
Karakteristik topologiBus adalah sebagai berikut:
• Topologi Bus disebut juga Daisy Chain.
• Paling banyak dipakai karena sederhana dalam instalasi.
• Pada topologi bus, terdapat satu jalur umum yang berbentuk suatu garis lurus. Yang mana kemudian masing-masing node dihubungkan kedalam jalur garis tersebut.
• Transmisi dari suatu workstation dapat menyebar dan menjalar ke workstation lainnya, ini disebabkan setiap workstation menggunakan media transmisi yang sama.
• Dapat terjadi collision (dua paket data tercampur), ini terjadi karena sinyal mengalir dalam dua arah.
• Problem terbesar jika salah satu segmen kabel putus, maka seluruh jaringan akan terputus.
• Meskipun ada percabangan media transmisi, tetapi tidak membentuk jalur tertutup (closed loop).
• Berupa bentangan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup oleh terminator dan terdapat node-node sepanjang kabel.
 • Instalasi mudah dilakukan.



2. Topologi Ring
Karakteristik topologiRing sebagai berikut:
• Dalam topologi ring, setiap node dihubungkan dengan node lain, sehingga membentuk lingkaran.
• Karena sistem transmisinya menggunakan kabel yang saling menghubungkan beberapa workstation dengan file server dalam bentuk lingkaran tertutup, maka tipe ini memiliki kelemahan apabila salah satu hubungan ada yang putus, maka keseluruhan hubungan terputus.



3. Topologi star
Karakteristik topologi star adalah sebagai berikut:
• Medium transmisi yang digunakan dalam tipe topologi ini, membentuk jalur tertutup (closed loop), dan setiap workstation mempunyai kabel tersendiri untuk langsung berhubungan dengan file server, sehingga seluruh sistem tidak akan gagal bila ada salah satu kabel pada workstation yang terganggu.
• mudah dikembangkan, karena tiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke centralnode.
• Dapat Dapat digunakan kabel yang “lower grade”, karena hanya menghandle satu lalu lintas data, biasanya digunakan kabel UTP. Node-node tersambung langsung ke suatu node pusat (biasanya berupa hub), sehingga mudah dikembangkan


4. Topologi MESH
Karakteristik topologi ini adalah sebagai berikut :
• Pada topologi mesh tiap komputer terhubung langsung dengan komputer lain (pear to pear).
• Setiap komputer mempunyai jalur sendiri-sendiri dengan komputer lain, sehigga tidak akan terjadi collision domain.
• Kerugian dari penggunaan topologi ini adalah penggunaan ethernet dan kabel yang banyak sehingga dibutuhkan dana yang besar.
• Keuntungan dari penggunaan topologi ini adalah apabila ada salah satu jalur pada komputer putus, komputer masih dapat berhubungan dengan jalur yang lain.

Friday, November 16, 2012

Membuat DHCP server menggunakan ClearOS

pada postingan kali ini saya akan menshare tentang cara membuat DHCP server menggunakan ClearOS. ClearOS adalah salah satu varian dar linux yang di khususkan untuk mengolah tentang jaringan sehingga terdapat berbagai vitur yang di gunakan untuk berbagai acara yang di gunakan untuk jaringan

Ok tanpa basa-basi lagi, langsung aja di mulai . . . . .

- pilih menu network lalu pilih submenu DHCP Server


- lalu kita pilih edit untuk "Edit Subnet" (biasanya kalau kita mensetting IP baru secara static pada eth1 akan muncul network bari yang baru saja  kita buat dengan tulisan "invalid" pada tabel "Status", maka pilih saja "delete" setelah itu pilih saja "add") maka nantinya akan muncul seperti gambar di bawah ini. dan kita isikan sesuai dengan yang kita inginkan untuk DHCP Server kita.

- lalu pada gambar di atas setelah kita selesai mengisikan data-data yang kita inginkan pilih update dan nantinya akan muncul sperti gambar di bawah yang tadinya bertuliskan "disable" dan berwarna merah pada table status sekarang berubah menjadi "enable" dan berwarna hijau menandakan DHCP telah aktif

- setting DHCP Server telah selesai dan bisa di gunakan untuk memberikan IP untuk PC CLient.

semoga bermanfaat..........

Thursday, November 15, 2012

Setting IP pada ClearOS

Pada Postingan saya kali ini, saya akan berbagi ilmu tentang setting IP Pada ClearOS yang telah di instal pada VirtualBox. apa itu virtual box?? apa itu ClearOS?? virtualbox dan ClearOS di jelaskan pada postingan saya yang lain..

Baik Langung aja kita Mulai

- Buka ClearOS dan pilih menu Network lalu pilih IP Setting


- Karena kita akan membuat router,maka eth0 di buat : Role = exthernal, Type = DHCP, maka nantinya kita akan mendapatkan IP secara Otomatis dari AP yang kita konek’an ke ClearOS kita. Atau kita dapat DHCP Client dari AP


- Pada eth1 kita buat : Role = LAN, Type = Static, karena eth1 akan di buat untuk di hubungkan ke Client kita nanti. Karena kita pilih static maka kita isikan IP Address dan netmask yang kita inginkan. Saya ingin kan IP 192.168.15.1 dan netmask 255.255.255.0 setelah itu confirm


- Setting IP telah selesai

sedikit ilmu yang saya share ini, semoga bermanfaat

Tuesday, November 13, 2012

Karakteristik Topologi Jaringan

Karakteristik Topologi BUS
·         Topologi Bus disebut juga Daisy Chain.
·         Paling banyak dipakai karena sederhana dalam instalasi. 
·         Pada topologi bus, terdapat satu jalur umum yang berbentuk suatu garis lurus. Yang mana kemudian masing-masing node dihubungkan kedalam jalur garis tersebut. 
·         Transmisi dari suatu workstation dapat menyebar dan menjalar ke workstation lainnya, ini disebabkan setiap workstation menggunakan media transmisi yang sama. 
·         Dapat terjadi collision (dua paket data tercampur), ini terjadi karena sinyal mengalir dalam dua arah. 
·         Problem terbesar jika salah satu segmen kabel putus, maka seluruh jaringan akan terputus. 
·         Meskipun ada percabangan media transmisi, tetapi tidak membentuk jalur tertutup (closed loop).
·         Berupa bentangan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup oleh terminator dan terdapat node-node sepanjang kabel. 
·         Instalasi mudah dilakukan.
Karakteristik topologi RING
·         Dalam topologi ring, setiap node dihubungkan dengan node lain, sehingga membentuk lingkaran. 
·         Karena sistem transmisinya menggunakan kabel yang saling menghubungkan beberapa workstation dengan file server dalam bentuk lingkaran tertutup, maka tipe ini memiliki kelemahan apabila salah satu hubungan ada yang putus, maka keseluruhan hubungan terputus
Karakteristik topologi STAR
·         Medium transmisi yang digunakan dalam tipe topologi ini, membentuk jalur tertutup (closed loop), dan setiap workstation mempunyai kabel tersendiri untuk langsung berhubungan dengan file server, sehingga seluruh sistem tidak akan gagal bila ada salah satu kabel pada workstation yang terganggu. 
·         mudah dikembangkan, karena tiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke centralnode
·         Dapat Dapat digunakan kabel yang “lower grade”, karena hanya menghandle satu lalu lintas data, biasanya digunakan kabel UTP. Node-node tersambung langsung ke suatu node pusat (biasanya berupa hub), sehingga mudah dikembangkan
Krakteristik topologi MESH
·         Pada topologi mesh tiap komputer terhubung langsung dengan komputer lain (pear to pear).
·         Setiap komputer mempunyai jalur sendiri-sendiri dengan komputer lain, sehigga tidak akan terjadi collision domain.
·         Kerugian dari penggunaan topologi ini adalah penggunaan ethernet dan kabel yang banyak sehingga dibutuhkan dana yang besar.
·         Keuntungan dari penggunaan topologi ini adalah apabila ada salah satu jalur pada komputer putus, komputer masih dapat berhubungan dengan jalur yang lain.

Jenis-Jenis jaringan

Pada postingan kali ini, saya akan memposting, tentang jenis-jenis jaringan...

Ada 3 macam jenis Jaringan/Network yaitu :
Ø  Local Area Network (LAN) /Jaringan Area Lokal. Sebuah LAN, adalah jaringan yang dibatasi oleh area yang relatif kecil, umumnya dibatasi oleh area lingkungan seperti sebuah perkantoran di sebuah gedung, atau sebuah sekolah, dan biasanya tidak jauh dari sekitar 1 km persegi.
Ø  Metropolitan Area Network (MAN) / Jaringan area Metropolitan Sebuah MAN, biasanya meliputi area yang lebih besar dari LAN, misalnya antar wilayah dalam satu propinsi. Dalam hal ini jaringan menghubungkan beberapa buah jaringan-jaringan kecil ke dalam lingkungan area yang lebih besar Sebagai contoh yaitu : jaringan Bank dimana beberapa kantor cabang sebuah bank di dalam sebuah kota besar dihubungkan antara satu dengan lainnya.
Ø  Wide Area Network (WAN) / Jaringan area Skala Besar Wide Area Networks (WAN) adalah jaringan yang lingkupnya biasanya sudah menggunakan sarana Satelit ataupun kabel bawah laut  keseluruhan jaringan Suatu Bank yang ada di Indonesia ataupun yang ada di Negara-negara lain menggunakan sarana WAN untuk saling terhubung, Biasanya WAN agak rumit dan sangat kompleks, menggunakan banyak sarana untuk menghubungkan antara LAN dan WAN ke dalam Komunikasi Global seperti Internet.

Monday, July 16, 2012

Apakah Hub Itu??

Alat penghubung atar komuputer, semua jenis komunikasi hanya dilewatkan oleh Hub. Hub digunakan untuk sebuah bentuk jaringan yang sederhana (misal hanya untuk menyambungkan beberapa komputer di satu group IP lokal) ketika ada satu paket yang masuk ke satu port di Hub, maka akan tersalin ke port lainnya di Hub yang sama dan semua komputer yang tersambung di Hub yang sama dapat membaca paket tersebut.

Pengunaan peralatan LAN, ternyata juga menjadi sesuatu yang sangat mempengaruhi dalam proses transfer data, selain itu juga kabel penghubung yang menjadi penghantar aliran data juga mempengaruhi cepat atau lambatnya data. Oleh karena itu ada baiknya jika kita mengenal spesifikasi masing-masing peralatan LAN yang akan di gunakan selain kabel penghubung dalam Jaringan Komputer.

Peralatan Hub dan Repeater adalah peralatan jaringan yang banyak digunakan untuk menghubungkan sebuah computer ke beberapa computer. Hub dan Repeter ini bekerja pada Physical Layer dalam model OSI. Fungsi dari Hub dan Repeater ini sederhananya adalah meneruskan paket data yang dikirim dari PC tanpa memiliki kecerdasan seperti Router yang memiliki filtering destination baik IP, MAC Address dan lain-lain sehingga hanya memiliki kemampuan meneruskan saja ke alamat yang akan dituju. Data yang dikirim oleh sebuah computer akan disampaikan ke tujuan dengan menyebarkan berita (broadcast) ke seluruh computer yang terhubung dalam satu terminal (Hub/Repeater), akibatnya seluruh computer yang terhubung akan menerima paket data dan jika dalam waktu yang bersamaan ada computer lain yang mengirim paket data maka yang terjadi adalah crush atau tumbukan data, dan ini akan mempengaruhi kelancaran arus data dalam jaringan tersebut. Computer-computer yang berada dalam LAN yang sama akan memiliki broadcast yang sama atau yang disebut broadcast domain.

Hub dan Repeater tidak memiliki kemampuan untuk meneruskan data ke computer lain yang berada dalam broadcast domain atau network ID yang lain, oleh sebab itu IP Address yang diberikan pada computer yang berada dalam LAN yang sama biasanya memiliki network yang sama pula.

Sebagai contoh yang dimaksud dengan satu broadcast domain adalah : PC A yang berada dalam 1 network dan 1 terminal dengan IP 192.168.1.4 sampai dengan 192.168.1.52 dengan subnet 255.255.255.0 dan PC B yang berada dalam 1 network lain dan 1 terminal dengan IP 192.168.2.6 sampai dengan 192.168.2.70 dengan subnet 255.255.255.0 maka PC A yang berada pada network 192.168.1.4 disebut 1 broadcast domain dan PC B yang berada pada network 192.168.2.6 berada pada broadcast domain yang lain.

 Protokol yang digunakan adalah Ethernet IEEE 802.3 menggunakan pola aliran data Carrier Sense Multiple Access Collision Detection (CSMA-CD), dengan definisi : yaitu suatu cara computer untuk memeriksa jaringan apakah ada pengiriman data oleh pihak lain. Jika tidak ada pengiriman data maka data oleh pihak lain tersebut baru akan dikirimkan. Umumnya jaringan Ethernet dipakai hanya untuk transmisi half-duplex, yaitu pada suatu saat hanya dapat mengirim atau menerima saja.

Hub dan Repeater hanya memiliki 1 collision domain, sehingga seluruh computer yang terhubung jika salah satu port sibuk maka port-port yang lain harus menunggu.

secara sederhana fungsi HUB dan Reapeter adalah seperti diatas,

semoga bermanfaat…